“Sepenggal Lirik Lagu SM*SH”
***Apakah kau
ingat saat aku menembak mu ... ***
***Kau bilang
jangan terburu ya banyak waktu ... ***
***Tapi
mengapa kini engkau bersamanya... ***
***Hancur
Hati ku rasanya, tak kuasa melihatnya
... ***
*** Bila
memanglah dia, yang ada di hati mu... ***
***Jangan
membuat ku ragu ... ***
***Memainkan
rasa ini berharap banyak pada mu ...***
Tiba-tiba,
terdengar serau-serau suara perempuan separuh baya dari balik pintu itu,,
pertama-tama aku tidak memperdulikan
suara-suara itu, aku masih saja asyik dengan “Tape Recorder” ku,
eittsss, maksudnya “Handphone” kesayangan ku. Ya, Handphone ini merupakan
Handphone kesayangan ku, bagaimana tidak semua lagu-lagu yang aku sukai ada
disini tanpa terkecuali lagu “SM*SH”, tapi, lama kelamaan suara itu semakin
keras, dan aku seperti mengenali suaranya. “Suara siapa ya ?” Gumam ku dalam
hati. Huuhhh, suara itu mulai mengusik ketenangan ku, semakin lama ku diamkan,
suara itu semakin bertambah keras, dan yang kali ini ditambah dengan ketukkan
pintu yang berulang-ulang kali. Aku mulai geram dengan semua keadaan ini, tapi,
tunggu dulu, aku mulai mendengar jelas kata-kata yang diucapkan perempuan
separuh baya dari balik pintu itu, kata-kata yang dia ucapkan adalah “Chacha”.
Hah... Chacha ??? itu kan nama ku, ternyata perempuan separuh baya itu
memanggil nama ku, aku kembali terdiam dan sekali lagi berusaha mendengarkan
suara itu, ya sekedar memastikan apakah benar perempuan separuh baya itu
memanggil nama ku. Saat aku mencoba mendengarkan suara itu untuk yang kedua
kalinya, suaranya semakin jelas dan keras, dan benar dugaan ku suara itu
memanggil nama ku, “Chacha..Chacha...Chacha..! “ dia memanggil nama ku
berulang-ulang kali. Dan kini, aku mulai mengenali suara itu, “Chacha.., kecilkan
volume suaranya..!” “Chacha..! kamu dengarkan..?” Ucapnya.
Dengan
segera, aku megecilkan volume suara itu, walaupun dengan berat hati. Setelah
aku mengecilkan volume suara itu, perempuan seperuh baya itu, kembali
mengetuk-ngetuk pintu kamar ku, “TUK..TUK..TUK..”, suara ketukkannya semakin
lama semakin keras, seperti ingin di bukakan pintu, dengan langkah perlahan aku
menghampiri pintu kamar ku. Pintu kamar yang selalu meredamkan suara bising
yang ada dikamar ku, dan pintu kamar yang membawa ku kepada kebahagiaan. Dengan
hati-hati ku genggam gagang pintu yang dingin itu, lalu ku buka perlahan-lahan
pintunya, dan ku biarkan udara dingin dari luar ruangan kamar ku masuk.
Kemudian aku mulai melihat sesosok perempuan separuh baya berdiri tegap di
depan pintu kamar ku. Ya, benar dugaan ku, ternyata perempuan separuh baya itu
adalah ibu ku. Perempuan separuh baya itu adalah Ibu ku, dan sekaligus pahlawan
dalam kehidupan ku. Dia adalah orang yang memberikan coretan tinta hitam
pertama kali diatas selembar kertas putih bersih nan suci bernama DIRI KU dan
orang yang berperan sangat penting dalam menentukan prilaku ku di masa depan,
dia tiada lain adalah ibu ku...
“Hehehehe,.. ibu...” Ucap ku.
“Chacha sudah berapa kali ibu
bilang..?” “Sudah berapa kali ibu memperingatkan..?” Tegas Ibu.
“ Iya, bu.. maaf ..” “Sekali lagi
maaf bu...” Pinta ku.
“Maaf..maaf.. dan maaf terus..,
kapan kamu bisa memperhatikan hal sepele seperti ini ?” Tanya Ibu.
“Iya, bu.. maaf.., Ayolah, bu..
maafin chacha.. please...” Pinta ku sekali lagi.
“Ya, sudah.. kali, ini kamu ibu
maafkan...” Jawab ibu.
Pada
akhirnya, ibu ku pun luluh dengan kata-kata dari ku, dan permintaan maaf ku. Beliau,
akhirnya pun memaafkan ku. Ya, memang ibu ku adalah orang yang sangat baik hati
dan penyabar, terlebih lagi dalam menghadapi semua prilaku anak-anaknya, tanpa
terkecuali diri ku. Maka, dari itu aku sangat menyayanginya... dan beliau
sangat perhatian kepada semua anak-anaknya...
“Chacha, lihat sudah jam berapa
sekarang ?” Tanya ibu.
“hmm, jam 4 sore bu...” Jawab ku.
“Sudah Jam 4 sore, kamu belum
mandi dan solat ashar ?” Tanya ibu.
“Iya, bu.. Chacha belum mandi dan
solat ashar, Tapi, sebentar lagi, chacha akan mandi dan solat ashar kok... J” Jawab ku.
“Ya, sudah.. sekarang mandi dan
solat ashar dulu sana, sebelum waktu solatnya habis..!” Perintah Ibu.
“Iya, bu.. sebentar lagi...”
Jawab ku.
“Ibu bilang sekarang..! bukan
Nanti..!” Perintah Ibu.
“Iya, bu.. sekarang...” Jawab ku.
Oh,
ya satu tambahan lagi. Ibu, ku adalah orang yang sangat disiplin, terlebih lagi
terhadap waktu. Baginya waktu adalah uang. Itulah prinsip hidup yang iya
tekankan kepada semua anak-anaknya. Dan agak sedikit bawel, tapi, itu salah
satu bentuk perhatiannya kok. Setelah mandi dan solat ashar, aku bergegas menuju
dapur. Ya, perutku ini sudah minta diisi sejak pulang sekolah tadi, tapi karena
aku memang sedang malas makan jadi aku kesampingkan dulu rasa lapar diperut ku
ini. Wah, ternyata ibu memasak makan kesukaan ku, yaitu Cumi Goreng Tepung + Sayur Kangkung.
Tanpa, ku sadari air liur ku mulai keluar, dan nafsu makan ku mulai timbul. Dengan segera aku menyantap
hidangan yang telah tersaji diatas meja makan dengan lahap.
Makanan,
ini benar-benar enak, dan selalu membuat ku ketagihan untuk memakannya lagi, lagi,
dan lagi. Tapi untuk kali ini aku tidak mau terlalu kenyang, Ya, “makan lah
sebelum lapar dan berhentilah sebelum kenyang” itulah sabda dari nabi Muhammad
SAW... Dari, kejauhan ibu tiba-tiba datang menghampiri ku semabari berkata..
“Chacha, apakah kamu sudah selesai makan ?” Tanya Ibu
“Sudah bu.. Ibu, sudah makan
belum ?” Ucap ku
“Sudah, ibu sudah makan dari tadi
sore. Apakah kamu sudah menyiapkan persiapan buat besok ?” Tanya ibu
“hehehe, belum bu” Ucap ku
“Kamu, ini selalu seperti itu,
Ya, sudah sekarang kamu persiapkan dulu semua keperluaan yang kamu butuhkan
untuk besok, dan ingat Sekarang” Ibu menegaskan ku,
Dengan, segera aku berjalan
menuju kamar, dan mulai mempersiapkan semua keperluan yang aku butuhkan untuk
esok hari. Besok adalah hari yang sangat aku tunggu-tunggu sekaligus hari yang
sangat aku khawatirkan. Bagaimana tidak, besok adalah hari penentuan semua
hasil kerja keras ku selama satu bulan penuh ini dipertaruhkan, hari dimana aku
harus membuktikan kepada semua orang bahwa aku bisa, dan aku sama seperti
mereka. Dengan, semangat yang menggebu-gebu aku mulai menyiapkan semua
perlengkapan yang aku butuhkan untuk esok hari. Dari, mulai Pesil, Penghapus,
Pulpen, Tip-x, Penggaris, Papan, dan masih banyak lagi yang lainnya. Menghapal
untuk materi besok yang akan diperlombakan, materi yang akan diperlombakan
adalah Bidang Astronomi. Ya, aku mengambil dan memilih Bidang Astronomi untuk
membawa ku menuju impian yang aku sangat impi-impikan, imipian yang mungkin
bagi sebagian besar orang itu sangat mustahil, apalagi dilihat dari ekonomi
keluarga ku. Selain itu, aku tidak lupa berdoa kepada Allah SWT, agar selama
aku mengerjakan soal tersebut aku diberi kelancaran, dan aku selalu berdoa
semoga saja aku menjadi salah satu orang yang beruntung. Amiinnn...
Dan,
terakhir persiapan mental, ya, persiapan mental, karena mental sesesorang yang
kurang baik akan mempengaruhi hasil jawaban yang iya jawab. Tapi, kalau boleh
jujur, ini bukan kali pertama ku mengikuti ajang perlombaan seperti ini karena
sebenarnya tahun lalu aku juga pernar mengikuti ajang perlombaan seperti ini,
jadi aku sudah mempunyai persiapan mental yang lumayan cukup. Walaupun tahun
lalu aku gagal, dan aku tidak lolos dalam ajang perlombaan ini. Aku tidak mau
menyerah, karena aku tau, tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini, asalkan
kita mau berusaha, dan Allah sudah
mengatur dan merencanakan semua yang akan terjadi dalam kehidupan kita. Jadi,
berusaha dan berdoa, itulah prinsip ku. Tiba-tiba, ibu sudah berdiri saja
didepan pintu kamar ku, mengecek apakah aku sudah melaksanakan perintahnya atau
belum,
“Chacha, sudah selesai belum ?”
tanya ibu.
“Iya, bu.. sebentar lagi..” Jawab
ku.
“Ya, sudah jika sudah selesai,
langsung solat maghrib, soalnya sebentar lagi akan memasuki waktu solat
maghrib..!” Ucap ibu.
“Iya, bu..” Jawab ku.
Lalu, ibu meniggalkan kamar ku,
aku ini sebenarnya sudah kelas XI SMA , tapi, ibu selalu tidak pernah lupa
mengingatkan ku tentang semua hal sepele dalam kehidupan ku. Itulah, ibu ku.
Oke,
semua perlengkapan sudah siap untuk besok, waktunya mengambil air wudhu, karena
adzan maghrib sudah berkumandang sedari tadi. Setelah solat maghrib, seperti
yang telah aku sampaikan tadi, aku langsung membaca-baca dan mengulas-ngulas
materi yang akan di lombakan besok.
Tanpa,
terasa waktu berlalu begitu cepat, sekarang jam dinding dikamar ku sudah
menujukkan pukul 21.00 , waktunya, menutup buku, dan tidur.
Keesokkan
harinya, aku bangun agak awal, dan semua kejadian terjadi seperti hari-hari
sebelumnya. Jam 06.30 aku bergegas berangkat menuju sekolah, kebetulan kami
berangkat menuju tempat lomba jam 07.00. Seperti, tahun kemarin OLIMPIADE SAINS
NASIONAL ini diselenggarakan di sma n 3 karawang, SMA yang dulu pernah menolak
aku sebagai muridnya, tapi, tidak apa-apa, kini aku memulai kehidupan baru ku
disini, Tepat, pukul 07.00 kami
berangkat menuju tempat itu, dan tepat pukul 07.30 kami sudah memulai
mengerjakan soal. Menurut, ku soal olimpiade kali ini tidak terlalu sulit,
alhamdulillah aku dapat menyelesaikan soal tersebut , ya, walaupun sebenarnya
ada beberapa soal yang terbilang sulit. Pada, lomba kali ini aku sangat
berharap, aku bisa lolos dan ikut jenjang olimpiade selanjutnya. Aminn
Beberapa,
hari setelah perlombaan tersebut, aku hanya bisa berdoa kepada Allah SWT,
semoga aku menjadi salah satu orang yang beruntung, dan alhamdulillah semua doa
dan usaha ku selama ini dikabulkan oleh Allah SWT. Aku lolos, dalam Olimpiade
tersebut, dan aku menjadi salah satu siswa yang mewakili Kabupaten Karawang
dalam Bidang Astronomi, untuk mengikuti tahap perlombaan selanjutnya tingkat
provinsi. Alhamdulillah, Mimpi ku kini menjadi kenyataan dan keberhasilan.
Karya : MUTIA NURUL
CAHYANI
Komentar
Posting Komentar